<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>swap on My Linux &amp; Open Source</title>
    <link>https://blog.wibiharto.web.id/tags/swap/</link>
    <description>Recent content in swap on My Linux &amp; Open Source</description>
    <generator>Hugo -- gohugo.io</generator>
    <language>en-us</language>
    <lastBuildDate>Sun, 13 Sep 2020 06:45:35 +0700</lastBuildDate>
    
	<atom:link href="https://blog.wibiharto.web.id/tags/swap/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    
    
    <item>
      <title>Membuat Swapfile Di Ubuntu</title>
      <link>https://blog.wibiharto.web.id/blog/2020/membuat-swapfile-di-ubuntu/</link>
      <pubDate>Sun, 13 Sep 2020 06:45:35 +0700</pubDate>
      
      <guid>https://blog.wibiharto.web.id/blog/2020/membuat-swapfile-di-ubuntu/</guid>
      <description>Distro linux sekarang sebagian besar sudah tidak menerapkan partisi swap terpisah, hal ini dikarenakan kapasitas RAM komputer/laptop sekarang sudah cukup besar dan juga harga RAM yang sudah terjangkau.
Cek Swap Sebelum mulai, cek terlebih dahulu partisi swapnya.
$ sudo swapon --show Jika hasilnya kosong, tandanya OS tersebut tidak memiliki partisi swap. Sebaliknya jika hasilnya seperti dibawah ini, maka partisi swap sudah ada.
NAME TYPE SIZE USED PRIO /dev/sda2 partition 1.9G 0B -2 Tidak memungkinkan ada 2 atau lebih partisi swap dalam satu sistem.</description>
    </item>
    
  </channel>
</rss>